Sabtu, 01 Oktober 2011

Perkembangan Bahasa Indonesia

Bahasa adalah salah satu hal yang paling utama dalam menunjukkan eksistensi sebuah bangsa atau negara. Selain itu, seperti yang tertulis di buku-buku pelajaran sekolah selama ini maupun yang selalu didengung-dengungkan oleh tokoh-tokoh nasional, sejak masa bapak pendiri bangsa (the founding fathers) hingga saat ini, bahasa merupakan unsur perekat kesatuan Negara Republik Indonesia. Ingatlah bahwa pada 28 Oktober 1928, atau yang lebih dikenal sebagai peristiwa Sumpah Pemuda, sejumlah tokoh pemuda negeri ini menyatakan adanya keterikatan antarmereka dalam kesatuan tanah air (tanah air Indonesia), kesatuan bangsa (bangsa Indonesia), dan kesatuan bahasa (bahasa Indonesia).

Ironisnya, masyarakat Indonesia belum menyadari pentingnya penggunaan bahasa Indonesia, bukan saja untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara ini, tetapi juga untuk memajukan Indonesia sebagai sebuah negara yang kaya akan berbagai hal, mulai dari budaya sampai sumber daya alam.
rata-rata orang Indonesia bisa bahsa Indonesia, tapi cara berbicara bahsa indonesia masih terpengaruh logat dan bercampur dengan bahasa daerah mengingat mayoritas orang indonesia itu lahir dengan 2 bahasa, dan kebanyakan lebih memilih menggunakan bahsa daerah,terlebih lagi komunikasi yang dipakai didalam keluarga yang berasal dari daerah, khususnya komunikasi antara orangtua dan anaknya dalam percakapan sehari-hari sangat berbeda dengan bahasa Indonesia baku yang ditetapkan mendiknas.

Belakangan ini pengaruh bahasa Inggris yang sering dicampur adukkan dengan bahasa Indonesia terbukti dengan orang banyak menggunakan campuran bahasa tersebut pada jejaring sosial seperti facebook atau twitter,entah ini suatu usaha untuk memfasihkan bahasa Inggris mereka atau hanya ingin terlihat keren karena dapat menirukan gaya public figure indonesia yang kebarat baratan.Pencampuradukan bahasa Indonesia Inggris ini dikenal dengan Indonenglish,sebagian pengguna bahasa tersebut berdalih bahwa tuntutan arus globalisasi yang memaksa mereka menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan seharihari.Ada juga yang beralasan bahawa banyak istilah dalam bahasa asing yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia.Bahkan,alasan terburuk adalah bahasa Inggris dapat meninggikan derajat penggunanya.

Selain pencampuradukan bahasa Indonesia Inggris,ada juga suata fenomena yang boleh jadi salah satu penyebab lemahnya kemampuan berbahasa Indonesia yang melanda bangsa kita dalam "memperlakukan" bahasa Indonesia.Fenomena bahasa gaul,atau alay yang dianut oleh sebagian generasi muda di Indonesia yang justru membuat bahasa Indonesia itu semakin amburadul.
Bahasa alay memang masih bahasa indonesia tapi sangat jauh dari baku,
bahasa alay:



- iya : ia
- kamu: kamuh,kammo,kamoh,kamuwh,kamyu,qamu,etc
- aku : akyu,aq,akko,akkoh,aquwh,etc
- maaf: mu’uph,muphs,maav,etc
- sorry: cowyie,cory,tory(?),etc
- add : ett,etths,aad,edd,etc
- for : vo,fur(zz),pols,etc
- lagi : agi,agy
- makan: mums,mu’umhs,etc
- lucu : lutchuw,uchul,luthu,etc
- siapa: cppa,cp,ciuppu,siappva,etc
- apa : uppu,apva,aps,etc
- narsis: narciezt,narciest,etc
- tulisannya gede kecil dan pake angka (idihh)
& masih bnyak lagi!

bahasa tersebut kebanyakan digunakan saat mengirim pesan singkat (sms,chatting,menulis status di jejaring sosial,bahkan sering juga digunakan di percakapan sehari-hari.
Oleh karena itu,melalui artikel ini.Bukan untuk mengajari,melainkan untuk menghimbau agar kita dapat bersama-sama menjaga dan menggunakan bahasa Indonesia dengan benar.Janganlah kita merusak bahasa bangsa kita yaitu bahasa Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar